NEWS UPDATE :  

Berita

Perpisahan Daring SMP Negeri 2 Rogojampi

Perayaan perpisahan tahun ini agak berbeda, sebab masyarakat dan segenap instansi pemerintah dituntut untuk melakukan silatuhrami menggunakan teknologi. Langkah ini diupayakan untuk meminimalisir, penyebaran virus covid 19. Walaupun begitu, perayaan perpisahan, tetap dijalankan dengan penuh suka cita tanpa mengurangi esensinya. Lembaga Pendidikan tidak dapat memungkiri peran teknologi yang dapat digunakan. Misalnya ditengah kondisi saat ini SMP Negeri 2 Rogojampi menyelenggarakan Perpisahan berbasis online menggunakan aplikasi zoom

 

Kegiatan perpisahan SMP Negeri 2 Rogojampi diselenggarakan pada Sabtu, 13 Juni 2020 pukul 08.30 – 11.00. Kegiatan ini, kurang lebih diikuti oleh 100 partisipan di dalamnya. Baik Tenaga Pendidik & kependidikan serta siswa siswi kelas  IX SMP Negeri 2 Rogojampi. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan Mars SMP Negeri 2 Rogojampi acara dilanjutkan dengan pembacaan doa kemudian menyimak sambutan kepala sekolah, komite sekolah sebagai perwakilan wali murid dan mendengar pesan serta kesan siswa kelas 9 dan kelas 8 secara daring di SMPN 2 Rogojampi , kemudian menampilkan ramah tamah secara daring.

Kurang lebih selama 3 jam, perpisahan online melalui zoom berjalan sangat kondusif. Seluruh pengisi acara mengisi acara dengan sangat menarik dan memberikan insight Pendidikan ditengah-tengah kondisi yang tidak memungkinkan. Selain itu host dan cohost mampu membangun dan membawa jalannya diskusi dengan sangat baik, sampai-sampai waktu 3 jam yang berjalan tidak terasa.


Daring disekolah ini diwarnai dengan penuh rasa haru terlihat dari wajah para siswa yang sangat antusias akan keberhasilan mereka telah lulus dari ujian akhir tahun, walaupun sederhana tetapi penuh dengan makna. Mereka berharap acara ini bukanlah perpisahan sebenarnya dan silaturahmi yang baik akan dapat terus berjalan namun karena wabah Covid-19 dan mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak membuat kerumunan massa.

Panitia berusaha agar tetap bisa melepas siswa siswinya dengan berkesan. Bangun kenangan indah dan optimisme. Dalam acara tersebut, para siswa juga memberikan kesan dan pesan. Pada acara, nampak beberapa peserta termasuk para guru dan orangtua tidak kuasa menahan tangis karena terharu, karena tidak bisa melakukan perpisahan kelulusan seperti biasanya. Tapi karena situasi sedang pandemi covid-19.